Desa Berinang Mayun Melaksanakan Penanaman Jagung Perdana Dalam Rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektar

banner 500x500

Landak,frnkalbarnews.com-Program ketahanan pangan desa adalah upaya mandiri dan berkelanjutan suatu desa untuk memenuhi kebutuhan pangannya, yang salah satunya didanai melalui minimal 20% Dana Desa (DD) sesuai Permendes No. 2 Tahun 2024. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, pembangunan lumbung pangan, serta peningkatan distribusi dan pemanfaatan pangan yang beragam dan bergizi. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah desa, BUMDes, lembaga masyarakat desa, dan partisipasi aktif dari warga.

Hal inilah yang dilakukan oleh desa berinang mayun dengan menggalakan program penanaman jagung perdana pada hari Rabu, 12/11/2025 dalam rangka mendukung program ketahanan pangan satu desa satu hektar.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan kegiatan ini di hadir oleh Kapolsek menyuke,
Babinsa Menyuke,Kepala UPT,
Kelompok tani,Ketua BUMDES l,
Toko masyarakat,
Ketua BPD bersama anggotanya serta Prangkat desa.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut diatas,Raju kepala desa berinang mayun menyampaikan kepada media ini bahwa,Selaku kepala desa mengajak masyarakat untuk mendukung program yang telah di cabang oleh pemerintah pusat dan daerah dengan mengolah lahan yang ada.

“Saya sebagai kepala Desa mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah pusat dan kabupaten,, Saya selaku kepala Desa mengucapkan banyak Terima kasih kepada masyarakat, kerna tanpa masyarakat kami tidak bisa kerja sendiri,, Maka dari itu ayo kita kembangkan ketahanan pangan,, Untuk mengolah lahan yg ada.Ujarnya

Lebih lanjut Raju juga menyampaikan berbagai aspek pendukung program ini terutama kondisi jalan harus menjadi prioritas utama serta ketersediaan pupuk serta harga yang terjangkau.

“Saya minta pemerintah kabupaten memperhatikan akses jalan perbatasan dengan kabupaten bengkayang, Petani mengharapkan akses jalan yang diutamakan,, Sebab banyak buka lahan pertanian jika tidak bisa dikeluarkan sama jga merugikan kita sendiri,Terutama pupuk sangat mahal, Jadi kami harapkan pemerintah kabupaten menanggapi,, Dari desa menuju perbatasan kabupaten Bengkayang kurang lebih 3 km yang alami kerusakan.Ungkap Raju.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *