Tim SAR Yon A Brimobda Sumut Menembus Medan Ekstrem,Temukan Korban di Sibolga dan Tapteng

banner 500x500

Sibolga//FRNKalbarNews.com – Di tengah cuaca yang tak bersahabat, lumpur longsor, dan duka yang menyelimuti warga, kehadiran aparat menjadi secercah harapan. Rabu (17/12/2025).

Personel SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Utara turun langsung ke lokasi bencana alam di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah guna melakukan operasi kemanusiaan dan evakuasi korban bersama Tim SAR gabungan.

Bacaan Lainnya

Di Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga, satu regu Personel SAR Batalyon A di bawah pimpinan Brigpol Aditiya Dwi Prasetyo berjibaku menembus medan sulit. Lumpur tebal dan puing-puing bangunan tak menyurutkan langkah tim untuk memastikan keselamatan warga terdampak bencana.

Sementara itu, di lokasi berbeda, tepatnya Desa Haloban Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, satu regu lainnya Personel SAR Batalyon A yang dipimpin Aiptu Heppy Rudianto S bersama Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban longsor. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 12.22 WIB, tim berhasil menemukan satu korban laki-laki berinisial JFH (26).

Suasana haru menyelimuti lokasi penemuan. Meski korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, proses evakuasi berjalan dengan penuh penghormatan dan empati. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dimakamkan di Desa Haloban Bair dengan didampingi aparat dan unsur terkait.

Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa misi kemanusiaan adalah panggilan jiwa setiap insan Bhayangkara.

“Dalam situasi bencana, tugas kami bukan hanya mencari dan mengevakuasi, tetapi juga memastikan keluarga korban mendapatkan kepastian. Sekecil apa pun hasilnya, itu sangat berarti bagi mereka,” ungkapnya.

Aksi cepat dan kolaboratif Tim SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut ini kembali menegaskan bahwa Polri hadir di garda terdepan saat masyarakat dilanda musibah. Di tengah duka dan kehilangan, kehadiran mereka bukan hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga membawa empati, kepedulian, dan kemanusiaan yang menyentuh hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *