Personel Polsek Silat Hilir Turun Langsung Berikan Imbauan dan Bantuan Terkait Kenaikan Debit Air Sungai

banner 500x500

Kapuas Hulu,Kalbar//FRNKalbarNews.com Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu. Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Polsek Silat Hilir melaksanakan monitoring perkembangan banjir dan longsor guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman serta memantau kondisi masyarakat terdampak.

Pada hari Minggu, 17 Mei 2026 sekira pukul 08.00 WIB, personel Polsek Silat Hilir melakukan pengecekan langsung ke beberapa titik lokasi banjir di wilayah hukumnya. Berdasarkan hasil monitoring, banjir terjadi di tiga desa yaitu Desa Nanga Nuar, Desa Bongkong dan Desa Rumbih.

Bacaan Lainnya

Di Desa Nanga Nuar, banjir merendam Dusun Keduai, Dusun Teluk Pauh Lubuk Resam serta Jalan Lintas Selatan Desa Nanga Nuar. Ketinggian air di permukiman warga mencapai kurang lebih 1 meter, sedangkan di Jalan Lintas Selatan mencapai sekitar 20 cm. Akibat banjir tersebut, akses menuju perkampungan warga di Dusun Keduai dan Dusun Teluk Pauh Lubuk Resam terendam air. Tercatat sekitar 20 rumah warga di Dusun Keduai dan sekitar 30 rumah warga di Dusun Teluk Pauh Lubuk Resam terdampak banjir. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang menonjol.

Sementara itu di Desa Bongkong, banjir terjadi di Dusun Bukit Sagu dengan ketinggian air berkisar antara 70 hingga 80 cm. Banjir mengakibatkan akses jalan menuju perkampungan warga terendam dan sekitar 50 rumah warga terdampak. Hingga saat ini situasi masih aman dan tidak terdapat korban jiwa.

Sedangkan di Desa Rumbih, banjir merendam Jalan Poros Bongkong – Dangkan dengan ketinggian air mencapai sekitar 100 hingga 120 cm. Kondisi tersebut menyebabkan jalan poros tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Berdasarkan hasil pemantauan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Silat Hilir merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu sungai yang dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Untuk sementara, akses jalan di sejumlah desa dan permukiman warga tidak dapat dilalui kendaraan. Namun khusus Jalan Lintas Selatan Desa Nanga Nuar masih dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat dengan hati-hati.

Diperkirakan genangan air akan surut dalam waktu sekitar 2 hingga 3 hari bahkan hingga satu minggu, tergantung kondisi cuaca dan debit air kiriman dari hulu sungai. Apabila curah hujan kembali meningkat, maka ketinggian air berpotensi bertambah.

(**Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *