Sujud Perpisahan Penuh Makna: Detik Penuh Haru AKBP Harris Bantara Simbolon Mencium Tanah Melawi

Momentum Detik Terakhir Bertugas Di Mako Polres Melawi menjabat Sebagai Wadir Polraud Polda Kalbar AKBP Harris Bantara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla.
banner 500x500

MELAWI, KALBAR //frnkalbarnews.com – Perpisahan yang tidak sekadar berpamitan, melainkan menorehkan luka rindu sekaligus kebanggaan mendalam. Suasana haru yang memilukan namun penuh khidmat menyelimuti halaman Mako Polres Melawi, Jumat (31/7/2026) siang.

Momen berakhirnya masa pengabdian AKBP Harris Bantara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla. berubah menjadi kenangan abadi yang membekas di sanubari setiap personel yang hadir.

Bacaan Lainnya

Di hadapan Kapolres Melawi yang baru AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., jajaran pimpinan, dan segenap personel yang berbaris dengan mata berkaca-kaca, langkah sang pemimpin terhenti di ambang pintu gerbang terakhir. Tanpa kata, di detik yang hening itu, ia melakukan satu hal yang meluluhlantakkan hati siapa pun yang menyaksikan: Ia bersujud, merendahkan diri dan meletakkan keningnya menyentuh tanah, menghadap tempat ia mengabdi selama ini.

Gerakan yang begitu tulus dan lugu itu seketika membungkam suasana. Bukan sekadar basa-basi kenegaraan, sujud itu adalah bahasa hati yang mewakili segala rasa syukur, penghormatan setinggi-tingginya, dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh keluarga besar Polres Melawi dan tanah tempat ia berbakti.

Momentum bersama AKBP Harris Bantara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla

Hening sejenak, lalu pecahlah gemuruh tepuk tangan yang berpadu dengan linangan air mata. Seluruh personel tak kuasa menahan getaran jiwa melihat keteladanan yang ditunjukkan sosok yang kini melanjutkan amanat sebagai Wadir Polairud Polda Kalbar ini. Ia pergi bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian dari keluarga yang melepas ikatan namun tak melupakan akar.

Dalam keheningan itu tersirat makna agung: sebuah pengakuan bahwa segala keberhasilan dan kelancaran tugas adalah semata-mata anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sujud itu adalah bukti ketakwaan dan kerendahan hati seorang pemimpin yang mengajarkan bahwa di balik seragam dan pangkat, tetaplah seorang hamba yang berserah diri dan bersyukur.

Melawi kini menyimpan jejak indah itu. Sebuah perpisahan yang tak akan terlupakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *