Yon A Brimobda Sumut Cek Jembatan Penghubung Antar Desa di Langkat, Dukung Kelancaran Akses dan Aktivitas Warga

banner 500x500

LANGKAT,Sumut//FRNKalbarNews.com – Kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat terus diwujudkan oleh Brimob Sumut. Personel Batalyon A Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan pengecekan kondisi jembatan penghubung yang berada di Desa Kodam Bawah, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Senin (31/08/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan Batalyon A, Kompol Abdul Holid, S.Sos., M.H., bersama Pasi Ops AKP Ahmad Junaidi Sinaga, S.H. dan Danki 1 AKP Ridwan.

Bacaan Lainnya

Jembatan yang menjadi akses penghubung antara Desa Kodam Bawah dengan Desa Aras Napal Kiri dan Aras Napal Kanan tersebut memiliki panjang sekitar 110 meter dengan lebar 1,20 meter. Keberadaan jembatan ini memiliki peran penting bagi masyarakat dalam mendukung mobilitas serta aktivitas sehari-hari antarwilayah.

Dalam pengecekan di lapangan, personel menemukan sejumlah bagian jembatan yang mengalami kerusakan, terutama pada papan lantai yang telah keropos dan lapuk. Selain itu, terdapat besi penyangga bagian bawah yang patah serta jaring pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan yang sebagian telah mengalami kerusakan.

Pengecekan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang membutuhkan perbaikan. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam mendukung proses renovasi, sehingga jembatan dapat kembali digunakan masyarakat dengan lebih aman dan optimal.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak Polsek Besitang, sebelum personel menuju lokasi jembatan yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Polsek Besitang. Setibanya di lokasi, personel turut berkoordinasi dengan perangkat desa, Kepala Yayasan Alam Leuser, kepala dusun, serta para pemuda setempat.

Melalui kegiatan ini, Brimob Sumut menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan di wilayah penugasan.

Jembatan boleh menjadi penghubung antarwilayah, tetapi kepedulian menjadi penghubung antara Brimob dan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *