Perkuat Kesiapsiagaan, Desa Tembawang Panjang Bentuk Posko Karhutla dan Deklarasikan Komitmen Bersama

banner 500x500

Polres Melawi Polda Kalbar — Upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat hingga ke tingkat desa.  Rabu, (2/9/2026), telah dilaksanakan pembentukan Posko Penanganan Karhutla Desa Tembawang Panjang sekaligus Deklarasi Penanganan Karhutla.

 

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat koordinasi lintas unsur dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering dan meningkatnya risiko kebakaran lahan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Tembawang Panjang, Bhabinkamtibmas Desa Tembawang Panjang, Sekretaris Desa Tembawang Panjang, Ketua BPD Desa Tembawang Panjang, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda.

 

Pembentukan posko ini mengedepankan sinergi tiga pilar tingkat desa, yakni Kepala Desa Tembawang Panjang, Babinsa Tembawang Panjang dan Bhabinkamtibmas Desa Tembawang Panjang. Ketiganya akan bersinergi dan didukung oleh perangkat Desa Tembawang Panjang serta seluruh elemen masyarakat.

 

Selain sebagai pusat koordinasi, Posko Penanganan Karhutla diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan pemantauan wilayah, mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api, serta mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan Karhutla secara bersama-sama.

 

Dalam deklarasi tersebut, seluruh unsur yang hadir menunjukkan komitmen untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Masyarakat juga diajak untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

 

Bhabinkamtibmas Desa Tembawang Panjang turut mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

 

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Dengan adanya posko dan sinergi tiga pilar bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta tokoh pemuda, diharapkan setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ungkap Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut.

 

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi kekuatan penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi seluruh masyarakat memiliki peran untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

 

Humas Res Mlw (Arb).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *