Prabowo Komitmen Bersihkan DJP dan DJBC dari Praktik Menyimpang

Oplus_16908288
banner 500x500

JAKARTA //Frnkalbarnews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan institusi negara, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), dari praktik menyimpang yang dapat menggerus penerimaan negara, Sabtu (28/03/2026).

Prabowo menyampaikan peringatan serta komitmen pembersihan institusi dalam forum “Presiden Prabowo Menjawab” yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) di Hambalang. Ia menyoroti praktik seperti penyelundupan hingga underinvoicing sebagai ancaman bagi penerimaan negara.

Meskipun kinerja penerimaan pajak dalam negeri tumbuh positif sepanjang awal tahun 2026, Prabowo menekankan bahwa peningkatan tersebut harus diimbangi dengan integritas birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Mudah-mudahan arah kinerja penerimaan yang positif ini dapat berlanjut. Dengan upaya pembersihan di lingkungan DJP, kami pastikan akan ada peningkatan. Ke depannya, DJBC juga harus dibenahi, dan pada prinsipnya seluruh institusi negara perlu dibersihkan,” tegas Prabowo dalam acara yang dihadiri sejumlah pakar dan jurnalis.

Presiden mengungkapkan bahwa dirinya akan terus melakukan evaluasi dan menindak tegas tanpa kompromi terhadap seluruh jajaran pemerintahan. Ia menginstruksikan para menteri dan jajarannya untuk secara sadar membersihkan diri dari praktik menyimpang.

“Bersihkan dirimu, atau kamu nanti akan dibersihkan,” ucapnya sebagai peringatan.

Prabowo juga mengingatkan pejabat di institusi lain untuk segera melakukan “bersih-bersih”. Ia menegaskan bahwa siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk dirjen-dirjen, akan langsung diberhentikan.

Sebagai contoh, ia menyebutkan Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo yang dikenal tegas dan baru-baru ini memberhentikan dua pejabat eselon I yang bermasalah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *