Operasi Pencarian Berakhir, Remaja Tenggelam di Danau Biru Sintang Ditemukan Meninggal Dunia

banner 500x500

Sintang, Kalbar//frnkalbarnews.com – Operasi pencarian korban tenggelam di Danau Biru, Desa Sengkuang, Kecamatan Sengkuang, Kabupaten Sintang, akhirnya selesai. Korban berinisial M (17 tahun), seorang pelajar SMA, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 sekitar pukul 14.15 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban datang ke lokasi danau bersama tiga orang temannya untuk berenang. Saat berada di bagian tengah danau yang memiliki kedalaman mencapai 15 hingga 20 meter dengan air yang keruh kehijauan, korban tiba-tiba terlihat kesulitan berenang dan segera menghilang ke dalam air.

Bacaan Lainnya

Upaya pertolongan yang dilakukan oleh teman-temannya tidak membuahkan hasil, mengingat kondisi kedalaman air serta adanya arus tersembunyi yang cukup kuat. Mereka pun segera meminta bantuan kepada warga sekitar dan aparat terkait.

Setelah menerima laporan sekitar pukul 14.45 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sintang, Polres Sintang melalui Unit Polairud, Basarnas Perwakilan Sintang, Tim Penyelam Relawan, Damkar, serta dibantu warga setempat langsung dikerahkan ke lokasi. Operasi dilakukan menggunakan perahu karet, alat pendeteksi kedalaman, serta tim penyelam untuk menyisir area kejadian.

Pada hari pertama pencarian, tim melakukan penyisiran hingga malam hari namun terpaksa dihentikan karena kondisi gelap dan minimnya penerangan. Pencarian dilanjutkan kembali pada hari kedua, 16 Juni 2026, mulai pukul 06.00 WIB dengan memperluas jangkauan pencarian hingga radius 30 meter dari titik kejadian.

Baru pada hari ketiga, Rabu 17 Juni 2026 sekitar pukul 10.20 WIB, korban berhasil ditemukan oleh tim penyelam pada kedalaman sekitar 17 meter, tidak jauh dari lokasi awal hilang. Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat tenggelam.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sintang untuk dilakukan pemeriksaan medis, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga guna disemayamkan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan bahwa peristiwa ini merupakan kecelakaan murni dan tidak ditemukan adanya unsur kriminal di dalamnya.

Berita awal mengenai proses pencarian telah disampaikan pada 21 Juni 2026, dan diperbarui dengan status akhir ini setelah seluruh rangkaian operasi penyelamatan selesai dilaksanakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *