Proyek Pemeliharaan Ruas jalan Nasional Karangan-Bengkayang Tanpa Papan Informasi Diduga Proyek Siluman.

banner 500x500

Bengkayang, FrnKalbarnews.comProyek pemeliharaan jalan nasional antar negara ruas jalan karangan kecamatan mempawah hulu menuju kabupaten Bengkayang tidak transparan serta disinyalir proyek siluman.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan tidak adanya informasi yang secara detail terkait pelaksanaan kegiatan yang meliputi Nama proyek,Sumber dana,Pagu dana maupun nomor kontrak kerja yang pastinya sangat mudah diakses oleh masyarakat untuk melakukan pengawasan terkait keterbukaan informasi publik sesuai denganĀ  Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) adalah undang-undang yang mengatur tentang hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik dari badan publik. Undang-undang ini bertujuan untuk menjamin hak warga negara, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan, dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan negara.

Bacaan Lainnya

Fahmi Selaku pelaksana proyek di lapanganĀ  menjelaskan bahwa terkait dengan kegiatan proyek secara detailnya tidak mengetahui secara pasti terkait papan informasi yang memang seharusnya terpasang di setiap kegiatan.

Albert Hidayat Ketua Lembaga Pendidikan Pemantauan Dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) memberikan tanggapan atas adanya dugaan tidak transparan proyek jalan nasional tersebut serta sangat menyayangkan Dengan metode pelaksanaan kegiatan pekerjaan Di lapangan.

“Dalam proses pekerjaan kami menilai dan menduga pelaksanaan kegiatan tidak transparan dengan tidak tersedianya papan informasi kegiatan,Yang seharusnya terpasang sebelum adanya pelaksanaan kegiatan proyek sebab masyarakat umum perlu mengetahui secara jelas berapa besaran pagu dana dan pemenang proyek.Ujar Albert

Lanjut Albert dalam hal pelaksanaan kegiatan kami menduga kontrak kerja belum tersedia namun pelaksanaannya mendahului kontrak kerja disinyalir ada Unsur kongkalikong antara satker dengan pihak pelaksana proyek.

“Saat kami meninjau ke lokasi kegiatan,Kami menemukan pola pekerjaan seperti asal jadi kondisi drainase belum berfungsi secara normal,Air masih menggenangi jalan yang seharusnya sebelum pekerjaan proyek, Perencanaan awal memperhatikan sebab akibat dari kerusakan jalan tersebut.Namun pelaksanaan pengaspalan terus dilakukan hingga di khawatirkan kualitas pekerjaan kurang maksimal dan cepat rusak kembali.Ucap Albert

Hasil pantauan media dilapangan peralatan yang di gunakan sebagai pemadatan menggunakan stamper kecil yang seharusnya akses jalan nasional antar negara menggunakan Tandem Roller kapasitasnya 3 ton guna pemadatan lebih maksimal sehingga kualitas pekerjaan bisa di jamin tahan lama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *