Miris! Konten Tak Senonoh Tayang di Videotron Tugu Naruto Nanga Pinoh, Warga Minta Diskominfo Bertanggung Jawab dan Polres Melawi Bertindak

Oplus_16908288
banner 500x500

MELAWI, KALBAR //frnkalbarnews.com – Peristiwa memprihatinkan menyita perhatian warga Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Sebuah layar videotron yang terpasang di kawasan Tugu Naruto, tepatnya di ruas jalan KM 3 Nanga Pinoh, dikabarkan sempat menayangkan konten yang diduga bernada pornografi dan tidak pantas disaksikan secara terbuka. Peristiwa ini kini viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

Kawasan tersebut merupakan jalur ramai dilalui warga, anak sekolah, dan berbagai kalangan usia. Penayangan konten yang tak layak itu dinilai sangat tidak pantas dan mencederai norma kesopanan serta ketertiban umum.

Bacaan Lainnya

“Sangat memiriskan, fasilitas publik yang seharusnya menyajikan informasi bermanfaat justru menayangkan hal yang tidak pantas dilihat semua orang. Dinas Komunikasi dan Informatika selaku pembina fasilitas ini harus bertanggung jawab atas kelalaian pengawasan ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/7/2026).

Warga secara tegas meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Kominfo untuk menjelaskan mekanisme pengawasan isi tayangan, serta mempertanggungjawabkan kelalaian yang terjadi. Selain itu, warga juga meminta Kepolisian Resor Melawi untuk mengusut tuntas insiden ini guna mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Secara hukum, penyebaran dan penayangan konten pornografi di ruang umum dilarang tegas dalam UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara hingga 12 tahun dan denda hingga Rp6 miliar. Hal ini juga bertentangan dengan UU ITE serta peraturan daerah terkait penyelenggaraan sistem elektronik dan reklame di ruang publik.

Kelalaian dalam pengawasan maupun kelalaian sistem juga dapat menjerat pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Warga berharap insiden ini menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan fasilitas publik benar-benar terjaga kelayakannya.

Tim Awak Media Ini akan terus memantau perkembangan pernyataan resmi dan penanganan pihak berwenang.

(Tim Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *