Tiga Kali Mediasi Dengan Pihak Management,Namun Selalu Gagal.Akhirnya PKS PT KSUP Di Demo Warga

banner 500x500

Sambas,frnkalbarnews.com-Puluhan warga masyarakat desa Seret Ayon kecamatan Tebas kabupaten Sambas lakukan demo di depan kantor PKS PT Karya Sukses Utama Prima(KSUP) guna menuntut perbaikan dari pihak manajemen perusahaan serta hak-hak karyawan serta beberapa poin perjanjian awal sebelum berdirinya PKS yang belum di realisasikan

Berdasarkan pantauan media di lokasi kegiatan. Aksi demo berjalan kondusif dikawal oleh pengamanan Internal serta dari pihak TNI-Polri.Pada saat orasi beberapa perwakilan Ketua Adat Karno Diuk,Ketua BPD Suparno serta perwakilan masyarakat menyampaikan point-poin penting yang perlu di realisasikan oleh pihak manajemen perusahaan yang di rasakan oleh masyarakat belum satu pun yang di kabulkan.

Beberapa poin yang menjadi tuntutan warga masyarakat adalah

1.Penerimaan security outsourcing:

a. Masalah gaji hanya 1 bulan gaji dan tidak ada lembur.

b.Adanya 3 orang security yang terlibat didalam bukan warga lokal.

c.Kontrak kerja terhadap security 9 orang yang sudah diterima akan tetapi ditolak dan dicabut.

d.Menolak sepenuhnya keberadaan tenaga kerja kontrak yang dikelola oleh pihak outsourcing. Meminta agar tidak diberlakukan outsourcing bagi warga Desa Seret Ayon yang dikelola oleh Perusahaan lain karena tidak adanya pemberitahuan keberadaan Perusahaan outsourcing di Desa Seret Ayon kepada warga. Meminta Perusahaan agar menerapkan pola penerimaan tenaga kerja security seperti sebelumnya bukan melalui Perusahaan pihak ketiga (PT.Naga Hari Utama).

e.Agar kontrak yang dibuat oleh PT.Naga Hari Utama terhadap karyawan security outsourcing dicabut.

2.Penerimaan TBS Petani:

a.FFB Grading melakukan pemotongan terhadap TBS petani sebesar 1.70% mohon pihak Perusahaan agar mempertimbangkan hal tersebut, karena sangat merugikan petani dan penjelasan pemotongan tidak transparan. Petani khusus warga Desa Seret Ayon juga memandang dan menilai Asisten Grading bersikap arogan.

b.Sistem penerimaan TBS buah kecil agar lebih jelas (dilakukan penimbangan terhadap janjang TBS buah kecil bukan melalui system taksasi/perkiraan tanpa di timbang terlebih dahulu).

Pada saat penyampaian orasi didepan kantor PMKS PT KSUP sempat di warnai adu argumentasi sehingga memancing sebagian pendemo melakukan penutupan pintu masuk pabrik, Menyebabkan akses keluar masuk kendaraan baik pengangkut CPO Maupun TBS terhenti sementara waktu.Yang pada akhirnya di lakukan mediasi setelah istirahat siang.Dengan perwakilan memutuskan untuk melakukan dialog bersama pihak terkait terutama Forkopimda kabupaten Sambas Terhitung sejak hari ini Selasa 28/10/2025 hingga tiga hari kedepan.

Menanggapi hal tersebut diatas terkait adanya tuntutan warga masyarakat yang melakukan aksi demo Selaku penanggung jawab PKS PT KSUP Arif Hidayat Iban menegaskan bahwa apa yang telah di sampaikan oleh pihak manajemen perusahaan telah di sampaikan kepada masyarakat serta akan diadakan pertemuan kembali bersama pihak terkait terutama pemerintah daerah kabupaten Sambas Melalui Disnaker dan Dinas perhubungan yang punya kepentingan.

“Dalam hal ini apa yang telah di sampaikan oleh pihak manajemen tentunya kami sampaikan, Ternyata ada semacam dead lock tentang pembahasan ini dan akan diadakan pertemuan kembali dengan rencana pertemuan di Sambas, Untuk memberikan jawaban yang lebih reel sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku.

Nanti dalam pertemuan selanjutnya dengan perwakilan yang telah disepakati terkait waktu yang sudah ditentukan, Melihat situasi serta jarak tempuh kita akan berupaya untuk memfasilitasi serta tempat yang netral serta datang nya dinas terkait akan lebih mempercepat dan kita juga akan mendatangkan HO yang berkompeten dalam hal ini.Ujarnya

Di tempat yang sama ketua dewan adat Dayak kabupaten Sambas Mardirius Lope, Menyampaikan beberapa hal diantaranya tetap bersikap netral dan melindungi semua baik Masyarakat yang melakukan demo maupun pihak perusahaan yang di tuntut.

“Intinya saya sebagai ketua dewan adat Dayak kabupaten Sambas tetap melindungi semua orang.Artinya kalau permintaan kawan kawan dari masyarakat Desa Seret Ayon belum terpenuhi, Tentunya kita masih ada proses selanjutnya hingga tiga hari kedepan.Dalam pertemuan kedepannya, masyarakat Dan seret Ayon perlu juga menghargai pendapat para pihak untuk mencapai kesepakatan bersama.Sebab kita juga tidak bisa memaksa kehendak tentunya bila telah adanya kesepakatan bersama tentu akan membangun sebuah komunikasi menuju proses penyelesaian masalah dengan baik.Ucapnya mengakhiri percakapan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *