Lubang Dijalan Memakan Korban, Kondisi Ruas Jalan Nasional Bengkayang-Jagoi Babang Menjadi Sorotan Warga,BPJN Jangan Diam

banner 500x500

Bengkayang,frnkapbarnews.com- Ruas jalan nasional Bengkayang menuju Perbatasan Jagoi babang kembali memakan korban. Seorang pengendara sepeda motor asal Sungai Duri, Mutiara Tyas Oktaviani, mengalami luka serius setelah terjatuh usai menghantam lubang besar di ruas jalan nasional berstatus APBN, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban dilaporkan sempat pingsan di lokasi kejadian sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Bacaan Lainnya

Peristiwa nahas itu terjadi di depan tempat pencucian mobil yang berada tidak jauh dari rumah dinas Bupati Bengkayang.

Ironisnya, ruas jalan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut hingga kini masih dibiarkan dalam kondisi rusak parah tanpa penanganan serius dari pihak terkait.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, lubang di badan jalan memiliki kedalaman sekitar 30 sentimeter dan sudah lama dikeluhkan masyarakat karena membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Kondisi semakin berisiko saat hujan turun. Genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara sulit melihat kerusakan jalan, terutama pada malam hari.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian dagu hingga harus mendapatkan tiga jahitan, memar di bagian kening, serta luka di kaki yang juga memerlukan dua jahitan.

Besarnya anggaran pemeliharaan jalan nasional dinilai tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur di lapangan yang justru semakin memprihatinkan.

Warga menilai kerusakan jalan tersebut menjadi bukti lemahnya pengawasan serta lambannya respons pemerintah, khususnya Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan pihak PUPR, terhadap keselamatan masyarakat.

“Jalan ini sudah lama rusak dan dibiarkan begitu saja. Jangan sampai nyawa masyarakat terus jadi taruhan akibat kelalaian pemerintah memperbaiki jalan,”ujar seorang warga dengan nada kesal.

Ruas jalan nasional tersebut diketahui merupakan jalur utama yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Namun hingga kini, kerusakan jalan masih belum mendapat penanganan maksimal.

Masyarakat mendesak pemerintah pusat maupun daerah agar segera turun tangan dan tidak tutup mata terhadap kondisi infrastruktur yang semakin membahayakan.

“Jangan tunggu ada korban meninggal dunia baru sibuk turun ke lapangan. Setiap hari masyarakat mempertaruhkan nyawa saat melintas di jalan ini,” tegas warga lainnya.

Peristiwa ini kembali menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional terkait buruknya penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Bengkayang.

Jika kerusakan terus dibiarkan tanpa perbaikan cepat dan menyeluruh, bukan tidak mungkin korban berikutnya kembali berjatuhan.

Sumber Yul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *