Kondisi Jalan Buruk di Pedalaman Bengkayang Paksa Warga Gotong Royong Menandu Pasien Sakit

banner 500x500

Bengkayang,frnkalbarnews.comDi wilayah Desa Tamong Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, kondisi akses jalan yang rusak parah, berlumpur, dan tidak terawat kembali menimbulkan kesulitan serius bagi warga masyarakat untuk melakukan segala aktivitas.

Pada hari kamis,18 Juni 2026. seorang warga yang mengalami sakit tidak dapat langsung diangkut menggunakan kendaraan roda empat karena jalan setapak dan jalan penghubung belum memenuhi standar kelayakan untuk di lalui oleh kendaraan roda empat.

Bacaan Lainnya

Sebagai satu-satunya solusi, puluhan warga secara bersama-sama melakukan kerja bakti dan gotong royong menandu pasien tersebut menempuh jarak cukup jauh melintasi medan yang berat, menuju titik terdekat yang masih bisa dilalui kendaraan. Setelah sampai di titik tersebut, pasien baru dapat diangkut menggunakan mobil untuk dibawa ke Puskesmas terdekat Jagoi Babang guna mendapatkan pertolongan medis.

Kejadian ini mendapat beragam komentar dari para nitizen seperti yang di sampaikan oleh Duhin Duhin.

“bukti nyata di kalbar masyarakat didesa belum merasa merdeka di sebaliknya ada ketidakadilan dalam pembangunan kemana arah apbn selama 81 tahun indonesia merdeka??? Katanya

Anthoni Anton Juga memberikan komentarnya “Saya sangat prihatin dengan keadaan bangsa ini, karena belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Saat ini pemerintah mengutamakan MBG sebagai program Nasional padahal, padahal Infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas utama yang harus dipikir oleh Pemerintah, terutama daerah terpencil dan tertinggal, padahal sampai saat ini MBG masih belum dinikmati oleh sebagian anak-anak sekolah apa penyebabnya, penyebab nya adalah faktor logistik yang termasuk Infrastruktur jalan sehingga akses logistik tidak lancar.
Jadi yang harus di pikirkan oleh Pemerintah apakah MBG atau Infrastruktur Jalan yang sebagai penunjang logistik yang diperlukan.Ujarnya dengan nada kesal.

Hal ini menjadi bukti nyata potret buram ketimpangan kebijakan pusat ke daerah untuk mampu memberikan akses jalan yang tidak bisa ditutup-tutupi dan tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pemerintah baik Pusat maupun daerah diantaranya

Pertama Infrastruktur jalan di wilayah pedalaman masih sangat tertinggal, padahal akses jalan adalah kebutuhan dasar dan hak setiap warga negara.

Yang kedua semangat gotong-royong warga tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda pembangunan, melainkan menjadi pengingat bahwa tanggung jawab utama penyediaan fasilitas umum ada di tangan pemerintah.

(Sumber FB Dayu Bakati)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *