Acara Pembukaan Bahaupm Bide Bahana III Pasukan Merah TBBR Tahun 2026 Sukses Di Gelar

banner 500x500

Mempawah,frnkalbarnews.com-Pembukaan Bahaupm Bide Bahana Ke III pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di gelar dengan meriah Pada Sabtu 22 Agustus 2026 diikuti puluhan ribu anggota dari seluruh tanah Borneo Serta Anggota dari luar negeri seperti Serawak Malaysia Brunei Darussalam.

Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimcam Mempawah hulu, Forkopimcam Menjalin, Forkopimcam Toho,Lantamal Mempawah Tokoh adat,Para Mangku,Patih Komando Pertahanan Masyarakat Adat Dayak Kalimantan Timur serta seluruh pengurus pasukan merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng baik yang di pulau Borneo maupun dari luar pulau termasuk luar negeri seperti Serawak Malaysia.

Serangkaian kegiatan dilaksanakan Seluruh Pasukan Merah TBBR memasuki Halaman Pentas Acara.Beserta Pasukan Pengawal agar membuat pagar barikade di Kiri Kanan jalan sampai di Pintu Gerbang. Untuk Persiapan menyambut tamu undangan dan melakukan Penyambutan PJ(Pangalangok Jilah),Pengurus DPP dan tamu undangan di pintu Masuk Gerbang selamat Datang dengan Tarian Kolosal Bangkule Rajakng,Atraksi Barongsai,Tabur Beras Kuning dan Pemotongan Bambu.

Ketua Panitia Fabianus Oel, M.Pd,Dalam sambutannya mengatakan bahwa momen ini adalah dalam rangka ulang tahun Pangalangok Jilah yang ke 46 tahun dan sekaligus melaksanakan acara Bahaump Bide Bahana ke III,Di laksanakan sejak tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026 dengan di hadiri oleh pasukan merah TBBR sebanyak 20 Ribu peserta.

“Pada hari ini kita laksanakan kegiatan dengan judul Bahaupm Bide Bahana Ke III yang dilaksanakan sejak tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026,Dengan dihadiri pasukan merah sebayak 20 ribu orang.Kegitan ini juga kita rangkaikan dengan ulang tahun Pangalangok Jilah yang ke 46 tahun serta Bahaump Bide Bahana dilanjut besok dengan acara Resepsional bersama pasukan merah secara keseluruhan.Serta biaya untuk pelaksanaan kegiatan ini di biayai sendiri oleh Pangalangok Jilah(PJ).Ungkapnya

Dalam kesempatan yang sama Ketum DPP TBBR James Mark SH.menyampaikan sambutannya memberikan sebuah filosofi”Banyak Yang datang tetapi sedikit yang terpilih,Kalau ada yang keluar dari TBBR akan ada yang akan datang kembali.

“TBBR ibarat dua sisi mata uang,Disisi sebelah adalah Pangalangok Jilah (PJ)di satu sisi adanya organisasi TBBR,oleh karena itu ada namanya ketua umum yang membawahi seluruh TBBR setanah Dayak Kemudian ada ketua pengurus wilayah yang membawahi semua ketua provinsi, Kemudian ada ketua dewan pengurus daerah yang membawahi wilayah kabupaten serta dewan pengurus ranting yang di singkat DPR.Besarnya TBBR sampai saat ini berkat kerja keras kita Ujarnya.

Pemimpin Besar Tariu Borneo Bangkule Rajakng Pangalangok Jilah (PJ)Dalam sambutannya memberikan beberapa hal yang sangat penting khususnya generasi muda dalam menyikapi era modern serta era dunia digital Untuk tetap menjaga persatuan merapatkan barisan untuk menjaga adat budaya tradisi.

“Mari kita merapatkan barisan, Bagaimana mempertahankan adat budaya tradisi, Menghormati para leluhur yang telah berpulang dan hadir di tempat ini,Lahir sebagai suku Dayak sepatutnya kita bangga dengan adat budaya suku kita, Menghargai alam menghargai sesama.Untuk anak anak yang masih mengenyam pendidikan harus tetap semangat dan yang bekerja harus mempunyai management yang baik agar menjadi Dayak yang Hebat.Katanya

Lebih lanjut Pangalangok Jilah yang akrab di sapa PJ mengingatkan kepada generasi muda untuk menjauhi hal hal buruk terutama judi dan narkoba serta minuman keras sebab hal itulah yang akan menghancurkan masa depan sehingga generasi Dayak tidak dianggap.

“Mulai dari sekarang perbaiki management masing-masing agar tidak di remehkan orang maupun di sepelekan,Didik anak kita agar mampu berdaya saing dengan suku suku yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia,Agar tidak menjadi suku terbelakang, Belajar dari hal-hal baik serta tinggalkan hal yang buruk.Saat ini kita hidup di era digital dan era modern,Saya tekankan bahwa jangan dengan dunia sudah maju kita merasa jijik dengan budaya tradisi kita,Dianggap kuno serta tidak bermanfaat namun hal tersebut sangat salah besar,Sebab sepantasnya kita melestarikan adat budaya sebab kita dilahirkan menjadi suku Dayak.Tegasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *