Mabes TNI Berikan Edukasi Kepada Warga Masyarakat Desa Dharma Bhakti Terkait Pola pembersihan Lahan Sebagai Bentuk Antisipasi Karhutla

banner 500x500

Bengkayang,frnkalbarnews.com-Pada Rabu, 02/09/2026Tim Pantau Karhutla dari Mabes TNI turun langsung ke daerah-daerah Kabupaten Bengkayang. Kegiatan di wilayah Kodim 1209/Bengkayang ditugaskan sebanyak 22 orang, ditunjuk sebagai Ketua Tim Penyuluhan dari Mabes TNI yaitu Brigjen Togu Parmonangan kemudian Wakil Ketua Brigjen Suryadi Syamsir. Sedangkan untuk kelompok wilayah Koramil 01/Bengkayang dipimpin langsung oleh Kol CBA Eko Siswanto.

Kegiatan sosialisasi atau penyuluhan ditujukan untuk mengedukasi warga, petani, pekebun dan semua pelaku pembukaan lahan agar menghentikan sementara tradisi membersihkan lahan dengan cara dibakar. Langkah edukasi ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog langsung di tingkat desa sebagai wilayah terkecil dari sebuah kepemerintahan, dalam rangka untuk meningkatkan kesiapsiagaan deteksi dini titik api (hotspot) guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang berkepanjangan (elnino).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan diskusi yang langsung didampingi oleh Brigjen Suryadi Syamsir menyampaikan sangat pentingnya kesadaran dini dari masyarakat itu sendiri terutama dalam hal pencegahan kebakaran yang mungkin tidak sengaja atau disengaja (pembukaan pembersihan lahan).

“Saya menghimbau dengan sangat, agar kita semua bisa saling menjaga kemungkinan timbulnya titik-titik api ditempat kita, mengingat kondisi cuaca panas yang berkepanjangan ini, agar tidak terjadi kebakaran sehingga menimbulkan kerugian bagi kita semuanya” ucap Brigjen Suryadi Syamsir pada giat Sosialisasi dan Diskusi bersama Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di Dusun Semuhun desa Dharma Bhakti kec Teriak Kab Bengkayang.

Akibat dampak kebakaran hutan yang menyisakan polusi udara tidak sehat ini menyebabkan banyak pihak merasakan dampak negatifnya seperti anak-anak sekolah, penerbangan ditutup sementara sehingga dapat menambah merosotnya ekonomi masyarakat kita akibat hal ini.

“Dampak dari Karhutla (asap) ini diantaranya dibidang pendidikan, yang saat ini sekolah-sekolah diliburkan sementara sampai asap sudah tidak mengganggu, terus beberapa penerbangan di batalkan dan ini sangat merugikan kita semua, mari kita jaga dan dukung penghentian sementara pembukaan lahan dengan dibakar oleh kita semuanya agar udara kembali normal dan sehat kembali” lanjut Brigjen Suryadi Syamsir.

Dalam sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kolonel CBA Eko Siswanto selaku Ketua Tim Pantau Karhutla untuk Wilayah Koramil 01/Bengkayang. dihadapan warga yang antusias untuk mendengar paparan dari Mabes TNI terkait pencegahan dan akibat dari dampak pembakaran hutan dan lahan.

“Akibat dari pembakaran hutan atau lahan yang terjadi dapat kita rasakan saat ini, meskipun kejadian kebakaran tidak ditempat kita tapi dampaknya sangat kita rasakan sendiri sekarang dimana udara sudah memburuk serta tidak baik bagi kesehatan kita semuanya, mari kita menjaga lingkungan kita agar tidak terjadi bertambah parahnya kabut asap ini dari proses kebakaran hutan dan lahan selanjutnya” ucapnya

Masyarakat menilai bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat baik dan lebih humanis dibanding dengan penindakan langsung tanpa langkah persuasif di tengah masyarakat yang sudah terdampak kabut asap.

“Kita mendukung kegiatan sosialisasi tim pantau karhutla dari mabes TNI ini untuk mensosialisasi penghentian sementara pembakaran/pembersihan lahan dengan cara dibakar karena lebih persuasif dan humanis bukan serta merta langsung mencari kesalahan pada pihak masyarakat terlebih dahulu” ucap Anderias Heriyanto

Pemerintahan Desa Dharma Bhakti akan melakukan langkah-langkah pencegahan dengan berbagai upaya seperti Sosialisasi dan Diskusi baik di forum formal maupun non formal untuk bisa menghentikan sementara pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kita sangat mendukung program pemerintah terutama tim dari Mabes TNI yang sudah turun ke desa Dharma Bhakti dan desa lainnya di seluruh kabupaten Bengkayang, kita juga sudah mengaktifkan posko penanganan dini kebakaran hutan dan lahan di desa kita melalui posko Karhutla, kedepan ada rencana akan dibangun sumber mata air dari sumur bor untuk pengamalan air” ucap Jelly Naswadi

Serikat Petani Kelapa Sawit Kabupaten Bengkayang memandang perlu dilakukan pencegahan dan sosialisasi Karhutla serta dampak yang tidak baik terutama udara yang sudah memburuk saat ini.

“Selaku lembaga sosial yang bergerak dibidang pendampingan petani kelapa sawit, kita mengapresiasi langkah cepat dan sigap dari pemerintah terutama dari Mabes TNI yang sudah turun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan permohonan penghentian sementara pembakaran hutan dan lahan” ucap Heru Kamaruzzaman selaku ketua SPKS Kabupaten Bengkayang yang turut hadir pada kegiatan sosialisasi bersama Mabes TNI.

“Sebagai garda terdepan bagi petani kelapa sawit kita sependapat untuk saat ini penghentian sementara upaya membakar lahan sangat tidak tepat dan bahkan akan memperburuk kualitas udara yang akan kita hirup bersama, saya berharap baik petani kelapa sawit maupun masyarakat pada umumnya mari kita hentikan dulu kegiatan membakar lahan kita agar mengurangi dampak kabut asap yang sudah parah di tempat kita” lanjut Heru.

Untuk wilayah koramil lain ketua tim Brigjen Togu Pamonangan dan tim dari Mabes TNI terus melakukan penyuluhan diwilayah koramil (07/ Jagoi Babang) dan wilayah lainnya, untuk memberikan edukasi penyuluhan dan sosialisasi dibeberapa desa wilayah koramilnya masing-masing. Kegiatan Penyuluhan atau Sosialisasi berlangsung ditempat-tempat yang dimungkinkan terjadi Karhutla baik itu di kebun lahan sawit, sawah, gereja, masjid dan di aula perkantoran. Hal ini dilakukan agar sasaran penyuluhan dapat tercapai ke masyarkat terbawah, sehingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat dicegah secara dini. Untuk kegiatan sesi pagi ini di wilayah Kecamatan Teriak tim langsung menyasar di Beberapa Desa diantaranya desa Dharma Bhakti, Sebetung Menyala, dan Malo Jelayan. Pada akhir sesi diskusi tim membagi beberapa paket sembako kepada perwakilan peserta yang hadir.

Atas kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi tersebut SPKS Bengkayang juga akan melakukan sosialisasi dan juga melakukan bhakti sosial untuk membantu pemerintah bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Bengkayang.

“Kedepan SPKS Bengkayang akan melakukan penanganan pencegahan dan sosialisasi Karhutla serta dampak yang terjadi, kepada seluruh anggota di wilayah Binaan SPKS Kabupaten Bengkayang, agar tidak memperburuk kondisi udara saat ini” tutup Heru mengakhiri percakapan.

Liputan Martinus. U

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *