SPKS Mendorong Kemandirian Dan Keberlanjutan Koperasi Melalui Pelatihan Penguatan Managemen, Pengembangan Usaha Di 5 Koperasi Binaan Kabupaten Bengkayang-Sambas

banner 500x500

Singkawang,frnkalbarnews.com-Pada hari Sabtu,29 Agustus 2026.
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) adalah Organisasi petani yang bergerak dalam memfasilitasi pemberdayaan dan pendampingan petani kelapa sawit swadaya di Indonesia. Dalam upaya menguatkan posisi dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit swadaya, SPKS secara aktif membenah tata kelola sawit rakyat untuk mendukung pembangunan kelapa sawit berkelanjutan melalui pelatihan, institusionalisasi petani, akses pasar, kemitraan, dan pengembangan usaha koperasi.

Untuk memperkuat petani kelapa sawit di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang, SPKS telah melakukan proses pendataan petani serta memberikan pelatihan dan pendampingan terkait praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Petani yang telah didata dan mendapatkan peningkatan kapasitas tersebut selanjutnya dihimpun dalam kelembagaan koperasi sebagai wadah ekonomi bersama untuk mendukung pengembangan usaha petani.

Bacaan Lainnya

Sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan tersebut, telah dibentuk lima koperasi produsen petani kelapa sawit pada tahun 2026, yang terdiri atas tiga koperasi di Kabupaten Sambas dan dua koperasi di Kabupaten Bengkayang. Karena kelima koperasi tersebut masih dalam tahap awal pengembangan, diperlukan pemahaman dan keterampilan dasar mengenai perkoperasian, tata kelola organisasi, administrasi, pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pengembangan unit usaha koperasi.

Pada kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang peserta dari 5 Koperasi bentukan SPKS di kabupaten Bengkayang dan Sambas diantaranya Koperasi Produsen Petani Berkah Sejahtera Bengkayang, Koperasi Produsen Capkala Sejahtera Mandiri Bengkayang, Koperasi Produsen Petani Nibus Mandiri Sambas, Koperasi Produsen Tandan Kelapa Sawit Sejahtera Bersama Sambas, Koperasi Produsen Mabar Abadi Sejahtera Sambas.

SPKS mengharapkan kegiatan Pelatihan Penguatan Manajemen dan Pengembangan Usaha Koperasi bagi 5 Koperasi Binaan di Kabupaten Bengkayang dan Sambas dapat membuka pengetahuan akan berkoperasi serta motivasi petani dalam rangka pengembangan usaha perkebunan sawit yang berkelanjutan dengan memahami skema-skema pengembangan dengan pendekatan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Melalui pelatihan ini, peserta juga akan mendapatkan pendalaman mengenai konsep dan praktik kelapa sawit berkelanjutan, khususnya melalui pengenalan dan pemahaman terhadap skema sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Koperasi akan didorong untuk memahami dan secara bertahap memenuhi prinsip dan kriteria keberlanjutan yang ditetapkan dalam skema RSPO dan ISPO, dengan melibatkan seluruh anggota sebagai bagian dari sistem pengelolaan bersama” ucapnya

Muhammad Ridwan selaku Pengurus Pusat SPKS Nasional di sela-sela kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Agustus 2026 di Villa Bukit Mas Singkawang Kalimantan Barat Indonesia.

Kegiatan ini juga diharapkan agar pengurus tidak hanya berperan sebagai wadah administrasi namun diharapkan bisa menjadi pusat pengorganisasian dan pengendalian praktik perkebunan berkelanjutan.

“Dalam pelaksanaannya, koperasi diharapkan tidak hanya berperan sebagai wadah administratif bagi petani, tetapi berkembang menjadi pusat pengorganisasian dan pengendalian praktik perkebunan berkelanjutan. Pemenuhan prinsip dan kriteria keberlanjutan tersebut akan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kredibilitas, daya saing, dan posisi tawar koperasi di dalam rantai pasok kelapa sawit. Lebih jauh, penerapan skema keberlanjutan dan kesiapan menuju sertifikasi RSPO maupun ISPO diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, peluang kerja sama di tingkat nasional dan internasional, serta potensi peningkatan nilai ekonomi bagi anggota koperasi” ucap Syarief Ariyfaid sebagai Direktur Lembaga Strategy Nasional Yogyakarta sebagai pengisi materi pembekalan managerial koperasi pada kegiatan tersebut.

Beberapa kegiatan yang sangat menarik dan dilaksanakan selain dengan metode exferiential learning atau lebih dikenal dengan sebutan outbond training. Peserta diharapkan mendapatkan pemahaman dasar tentang perkoperasian, memahami dan mampu menjalankan manajemen koperasi, memiliki kemampuan dalam menjalankan fungsi administrasi dan keuangan koperasi, mengetahui cara menemukan potensi usaha, merencanakan usaha, dan mengembangkan usaha koperasi, meningkatkan akses pasar dan kemitraan koperasi, memahami tentang prinsip dan kriteria kelapa sawit berkelanjutan, menyusun rencana kerja dan rencana anggaran belanja dan pendapatan koperasi, menyusun strategy bersama dalam tim work atau holding kekuatan koperasi, serta dapat menyusun rencana kerja implementasi kelapa sawit berkelanjutan.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana happy full exist tujuannya untuk untuk membangun kapasitas pengurus yang kompeten dibidang managerial perkoperasian sebagai sendi-sendi ekonomi kerakyatan yang sangat baik dan juga sebagai sokoguru ekonomi bagi koperasi atau kelompok tani perkebunan yang ada disekitarnya, sehingga kedepan dapat menjadi pencetus Koperasi yang berprestasi secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan juga sekaligus sebagai petani kelapa sawit yang berkelanjutan sesuai dengan harapan dunia saat ini untuk terpenuhinya standar mutu melalui ISPO dan RSPO” ucapnya

Heru Kamaruzzaman selaku Ketua SPKS Kabupaten yang juga sebagai salah satu pemateri pada kegiatan tersebut beliau juga dikenal sebagai Direktur Klinik Konsultasi Bisnis dan Hukum bagi SPKS di Kalimantan Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *