Dugaan Material Tak Berkualitas Proyek Bronjong Jalan Nasional Di Desa Semade Kecamatan Banyuke Hulu Jadi Sorotan Warga

banner 500x500

Landak,frnkalbarnews.com-Proyek bronjong pada ruas Jalan Anjungan–Simpang Tiga di Desa Semade Kecamatan Banyuke hulu Kabupaten Landak, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah kawat bronjong yang digunakan dalam pekerjaan tersebut diduga telah mengalami karat meskipun proyek masih dalam tahap pelaksanaan.

Temuan di lapangan menunjukkan adanya penggunaan material batu yang di duga bercampur dengan batuan sungai tentunya hal tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas material yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur yang dibiayai negara. Warga juga menilai kondisi kawat bronjong yang sudah berkarat berpotensi mengurangi daya tahan konstruksi, terutama karena bronjong berfungsi sebagai penahan tanah dan pelindung badan jalan dari ancaman longsor maupun erosi.

Bacaan Lainnya

Beberapa warga Desa Semade mengaku kecewa melihat kondisi material yang dianggap tidak layak digunakan untuk pekerjaan jangka panjang. Mereka khawatir bronjong yang seharusnya mampu bertahan bertahun-tahun justru mengalami kerusakan lebih cepat akibat kualitas kawat yang dipertanyakan.

“Kami berharap proyek ini benar-benar menggunakan material sesuai spesifikasi. Kalau dari awal kawatnya sudah berkarat, bagaimana ketahanannya beberapa tahun ke depan?” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ruas Jalan Anjungan–Simpang Tiga diketahui merupakan jalur penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian bahkan jalur antar negara.Oleh Karena itu, pembangunan pengaman jalan melalui pemasangan bronjong seharusnya dilaksanakan dengan standar mutu yang ketat guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

Pengamat konstruksi menilai penggunaan kawat bronjong yang telah mengalami korosi dapat mempengaruhi umur layanan konstruksi. Dalam pekerjaan bronjong, kawat galvanis berkualitas menjadi komponen utama yang berfungsi mengikat batu dan menahan tekanan tanah.

Apabila lapisan pelindung kawat telah rusak atau berkarat sejak awal, maka risiko kerusakan struktur akan semakin besar ketika terpapar hujan dan kelembapan tinggi.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu material yang digunakan. Jika ditemukan adanya material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, warga mendesak agar dilakukan penggantian sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

Selain itu, masyarakat juga meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas konstruksi turun melakukan pengecekan lapangan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara maupun masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi teknis terkait mengenai dugaan penggunaan kawat bronjong yang telah berkarat tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *