Mediasi Berjalan Buntu.Warga Menuntut Kandang Ayam Tutup Permanen

banner 500x500

Bengkayang,frnkalbarnews.comMediasi Terkait Penutupan Usaha Kandang Ayam Di Desa Dharma Bhakti Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang menuai kebuntuan.Warga Dusun Dungkan tetap mempertahankan keberatan terkait adanya kegiatan ternak ayam di wilayah tersebut yang menyebabkan dampak Buruk terhadap lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut,Camat Kecamatan Teriak ,Kepala Desa Barma Bhakti ,Kapolsek Teriak
Dinas ketahanan pangan dan pertanian, Kabid Perijinan, Tokoh masyarakat Tokoh adat
Serta warga masyarakat Darma Bhakti Yang Terdampak.

Bacaan Lainnya

Heru Kamaruzzaman Dalam kesempatan tersebut selaku warga masyarakat yang mengalami langsung terkait wabah lalat yang menyerang permukiman warga Menyatakan,Wabah lalat yang ada saat ini sudah sangat memprihatikan,Bahkan dampak sudah terasa pada kesehatan warga.

Dalam hal ini saya mewakili masyarakat dusun dungkan memberikan keterangan terkait kegiatan aksi demo yang terjadi pada hari Minggu kemarin.Itu semua dilakukan secara spontanitas dari warga masyarakat yang merasa resah terkait adanya wabah lalat yang di rasa sudah sangat mengkhawatirkan.Kami Sebagai warga masyarakat tidak menolak adanya investasi yang masuk di wilayah dusun dungkan namun yang kami tolak adalah dampak dari kandang ayam yang masuk di wilayah kami, Sehingga menimbulkan permasalahan yang terjadi saat ini berupa wabah lalat.Ujarnya

Timothy pihak pengelola Kandang dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh warga masyarakat desa dharma Bhakti khususnya dusun dungkan serta menjelaskan ketidak hadiran pada waktu demo masyarakat

“Dalam hal ini kami mohon maaf ketidak hadiran kami selaku pemilik dan pengelola kandang,kami menyadari adanya kesalahan teknis terkait Penanganan limbah dari Kandang ayam dan pasti ada masalah,Kami hadir untuk bertanggung jawab serta untuk memperbaiki keadaan.Ucapnya

Timothy juga mengakui bahwa persoalan wabah lalat merupakan hal yang belum pernah dialami yang selama dua tahun beroperasi berada di luar prediksi serta pembangunan kandang ayam merupakan sudah ada kesepakatan awal yang di sampaikan secara bersama-sama sehingga kegiatan usaha ternak ayam bisa berjalan di wilayah dusun dungkan.

Dalam kesempatan yang sama ketua RT dungkan menyampaikan bahwa dampak dari adanya kandang ayam sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat dusun dungkan sebab sudah menimbulkan kerugian yang dialami masyarakat dan berharap agar operasional kadang ayam harus di hentikan semua aktivitas dan membantah adanya persetujuan dari warga masyarakat dusun dungkan adanya pembangunan kandang ayam di wilayah mereka.

Dalam hal ini kami harus klarifikasi terkait adanya persetujuan dari warga masyarakat terkait pembangunan kandang ayam tersebut,Bahwa yang ditanda tangani oleh sejumlah masyarakat merupakan persetujuan pembuatan adat menyangkut dengan kearifan lokal,Bukan persetujuan pembangunan Kandang Ayam,Sebab yang dua puluh orang tersebut tidak bisa mewakili empat ratusan warga masyarakat dusun dungkan ini,Kami berharap kepada pihak terkait kalau mau cek kondisi sebaiknya ke rumah rumah warga agar memastikan apakah benar yang kami sampaikan ini dan permintaan kami agar kandang ayam tersebut di hentikan beroperasi dan di tutup secara permanen.Ujarnya.

Setelah melakukan mediasi dan berdialog dengan berbagai pihak, Kegiatan mediasi belum menemukan kata sepakat sebab dari pihak pengelola kandang belum memberikan keterangan menerima tuntutan warga masyarakat.Sementara pihak warga masyarakat tetap menolak beroperasi kembali dan meminta kepada pihak terkait guna menutup secara permanen aktivitas peternakan ayam di wilayah dusun dungkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *