Program Konversi BBM Ke BBG Untuk Kapal Nelayan

banner 500x500

Kayong UtaraFrnkalbarNews.com – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kayong Utara, Susianto bersama perwakilan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan Sosialisasi Teknis Program Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kapal penangkap ikan.

Kegiatan ini menyasar nelayan di dalam Wilayah (1) tahun anggaran 2024, dan dilakukan di Dermaga T R 2A, di Desa Podo Rukun, Kecamatan Seponti,Kamis( 05/12/2024.

Bacaan Lainnya

“Sosialisasi teknis ini melibatkan berbagai pihak, termasuk camat dan kepala desa yang ada di Kecamatan Seponti,dan Para nelayan penerima manfaat program hadir dalam kegiatan ini, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis tentang pengoperasian Kapal dengan bahan bakar BBG.

Selain itu, para nelayan juga menerima buku panduan yang berisi informasi lengkap mengenai perawatan mesin dan tata cara penggunaan BBG untuk operasional Kapal mereka.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan para nelayan dalam memanfaatkan teknologi baru ini secara optimal.

Kepala Dinas Perikanan,Susianto menyampaikan bahwa program konversi BBM ke BBG merupakan langkah strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi nelayan, terutama terkait biaya operasional yang tinggi.

“Dengan beralih ke BBG, nelayan tidak hanya dapat menghemat biaya operasional, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,”

Ia berharap program ini dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan nelayan serta ekosistem perairan.

Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kayong utara dalm mendukung keberlanjutan sektor perikanan melalui inovasi teknologi yang ramah lingkungan dan efisien,tutup Susianto

Salah satu warga desa Podo Rukun,ketua kelompok nelayan,saat di temui media ini mengucapkan Alhamdulillah dan terimakasih ada bantuan dari kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),

“Sebanyak 100 kepala keluarga kelompok Nelayan Di kecamatan Seponti. Kami masyarakat nelayan sangat terbantu.dari penerima Nanti uang dari penghematannya untuk keperluan yang lain,” ungkap salah satu nelayan ,Asri Dalam keterangan,Kamis(05/12/2024.

Nelayan lainnya, Daut (38) juga berharap pembagian konkit LPG 3 kg ini bisa bermanfaat bagi perekonomian keluarganya. Sebelumnya ia harus mengeluarkan biaya bahan bakar Rp 30.000 untuk membeli 3 liter BBM atau Rp 120.000 untuk 4 hari melaut. Sedangkan dengan menggunakan LPG 3 kg, hanya butuh 1 tabung saja,tutup daut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *